Dalam menghadapi era globalisasi dapat menimbulkan perubahan pola hidup masyarakat yang lebih modern.
Akibatnya, masyarakat cenderung untuk memilih kebudayaan baru yang dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal. Salah satu faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang adalah : kurangnya generasi penerus yang memiliki minat untuk belajar dan mewarisi kebudayaanny sendiri.
Kebudayaan lokal NTT adalah : tambang emas dunia kepariwisataan karena hal tersebut sudah terbukti dibeberapa daerah lainnya yang sukses membangun kepariwisataannya dengan suguhan utama adalah kebudayaan lokal yang dimiliki masyarakat.
Salah satunya adalah tradisi atau budaya menenun atau "Tenun". Tentunya menenun sangat berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari bagi kaum perempuan atau mama-mama di daratan Timor pada umumnya. Ini merupakan salah satu kearifan lokal NTT yang patut dijaga dan atau di kembangkan oleh generasi muda. Agar kemudian budaya ini tidak ditelan oleh zaman.
Ya, era globalisasi saat ini informasi menjadi kekuatan yang sangat dahsyat dalam mempengaruhi pola pikir manusia.
Untuk mengatasi hal ini, perlu kesadaran akan pentingnya budaya lokal sebagai jati diri bangsa.
Sudah sepantasnya menjadi suatu Kewajiban bagi setiap lapisan masyarakat Timor khususnya, dan seluruh lapisan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempertahankannya, dimana peran generasi muda sangat diharapkan untuk terus berusaha mewarisi budaya lokal dan akan menjadi kekuatan bagi eksistensi budaya lokal itu sendiri walaupun diterpa arus globalisasi.
Sebagai penutup saya kutip sebuah pernyataan dari agung Hidayat yang berbunyi,
"Apakah kita anak-anak muda bangsa telah memiliki mentalitas muda? Atau di dalam raga muda Kita justru tersemai mentalitas tua yang menolak untuk maju dan berkembang, dan memilih Bertahan dalam zona nyaman?"
Mari berefleksi
Oleh : Dius Tefa

💪💪💪
BalasHapus🙏🙏🙏
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus👍👍👍👍
BalasHapus🙏
Hapus