Langsung ke konten utama

Ketua Umum Dan Pelaksana Tugas Harian, Ikatan Mahasiswa Dawan R, (IMADAR) Kefamenanu, Periode 2021/2022, Resmi Dikukuhkan Oleh Wakil Bupati Malaka

 


Ketua Umum Dan Pelaksana Tugas Harian, Ikatan Mahasiswa Dawan R, (IMADAR)  Kefamenanu, Periode 2021/2022, Resmi Dikukuhkan Oleh Wakil Bupati Malaka.

Sabtu, 16/10/2021, Kegiatan pelantikan ketua umum dan pelaksana tugas harian IMADAR (Ikatan Mahasiswa Dawan R) resmi dibuka dengan tarian bidu khas malaka, yang berlangsung di Gedung Golkar Kefamenanu.

Turut hadir dalam rangka Kegiatan pelantikan Ketua umum dan pelaksana tugas harian Ikatan Mahasiswa Dawan R,
Wakil bupati Malaka, Louise Lucky Taolin S.Sos sebagai Pelindung IMADAR, para senior IMADAR (FORSA IMADAR), Fredy Seran, Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Malaka, dan  juga organisasi-organisasi yang tergabung dalam naungan cipayung, dan beberapa organisasi lokal lainnya, yang berada di TTU.

Sebagai pembuka Ketua Umum terpilih Anastasia Maria Ikun, dalam sekapur sirih-nya, mengungkapkan sebuah makna yang sangat mendalam, yaitu "sentuhlah hati orang lain sebelum menyuruh mereka melakukan sesuatu". Yang artinya bahwa
Kita harus menyentuh hati orang lain sebelum menyuruh mereka melakukan sesuatu. Pungkasnya.

Ia juga menyampaikan limpah terima kasih kepada leluhur IMADAR karena atas restu mereka dan teman teman anggota IMADAR yang telah berpartisipasi aktif dalam melakukan pemilihan ketua umum pada RUA (Rapat Umum Anggota) beberapa waktu lalu.

"Terima kasih atas restu leluhur dan teman-teman anggota IMADAR yang telah mempercayakan saya sebagai ketua. Di sini saya berjanji akan bekerja semaksimal mungkin demi eksistensi organisasi dengan mengedepankan semboyan fetof naof ansaof mese, nok nekaf mese juga landasan idiil dan landasan konstitusional yang ada" Tutup Anastasya.

Agustinus Funan, S. Pt sebagai wakil FORSA IMADAR, yang mewakili senior/alumni sesepuh IMADAR, dalam sambutannya mengatakan bahwa, di kehidupan ini hanya ada dua Maha yakni Mahasiswa dan Maha Esa. Oleh karena karena itu sebagai mahasiswa  diharapkan untuk bisa mendekati yang namanya maha esa. Untuk mendekati itu dengan salah satu cara seperti harus "aktif dan kritis". Jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Dinamika-dinamika yang telah terjadi saat RUA beberapa waktu yang lalu, pada malam ini dengan sendirinya berakhir. Mari bergandeng tangan membangun roda organisasi ini secara bersama demi eksistensinya.

Fredy Seran, selaku anggota DPRD Kabupaten Malaka, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Organisasi IMADAR (Ikatan Mahasiswa Dawan R), yang malam ini dilantik maupun organisasi mahasiswa lainnya berharap agar terus mengingatkan kami yang saat ini berada dalam pemerintahan, baik itu eksekutif maupun legislatif, dengan cara memberikan catatan catatan kritis kepada pemerintahan agar roda pemerintahan bisa berlangsung sesuai yang diharapkan. Tuturnya.

Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S.Sos, yang sering disapa "Kim Taolin", selaku Pelindung IMADAR, (Ikatan Mahasiswa Dawan R)  Kefamenanu, dalam sekapur sirih-nya mengharapkan agar ketua terlantik bersama jajarannya agar lebih mengedepankan semboyan IMADAR fetof naof ansaof mese nok nekaf mese demi membangun bumi dawan R khususnya dan Indonesia pada umumnya. Katanya.

Ia juga menegaskan agar Moto "fetof naof ansaof mese nok nekaf mese" terus dijaga sehingga tetap memupuk persaudaraan terutama dalam lingkup dawan R khusunya, Malaka secara umum maupun untuk Indonesia.

Kim Taolin juga menambahkan agar FORSA sebagai senior alumni IMADAR Kefamenanu perlu buktikan diri dalam pemerintahan dengan cara masing-masing. FORSA  sudah seharusnya  berani buktikan diri terutama dalam bidang pemerintahan, seperti menyalonkan diri menjadi calon kepala desa ataupun DPRD. Lanjutnya.

Sebagai penutup Kim Taolin menegaskan kepada para alumni FORSA,  dengan ungkapan yang sangatlah menantang seperti berikut.  "FORSA jangan diam saja,  Mengapa organisasi yang lainnya bisa, sedangkan FORSA (alumni-alumni IMADAR) tidak bisa?". Buktikan bahwa FORSA pasti bisa. Tutupnya.


Penulis/Editor : Dius Tefa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengarlah Wahai Penguasa

  "TERLALU PAHIT UNTUK DILUPAKAN, TERLALU SEDIH DIKENANGKAN". Ya ungkapan ini pantas disematkan untuk para diktator maupun otoriter saat ini. Sesungguhnya Ini kurang pantas untuk diucap, dan amatlah sakit  ditelinga, kala di dengar. Namun ini merupakan julukan yang di pantas kepada mereka. Bagaimana tidak, Sebelum menuju singgasana dan kursi empuk, mereka selalu menghalalkan segala cara untuk untuk memuluskan jalan mencapai tujuan yang mereka angankan. Ya, masyarakat kecil dimadu, dengan retorika licik yang penuh dengan tipu muslihat, berkoar-koar untuk menumpaskan para diktator, yang tidak pro rakyat, berjanji akan menumpaskan para tikus berdasi, tetapi realitanya sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi saat ini. Setelah mendapatkan tujuan, mereka seolah-olah menjadi orang bisu dan tuli. Bisu seakan-akan mereka tidak pernah mengucapkan janji manisnya, dan seolah menjadi orang tuli yang tidak pernah mendengar aspirasi dari masyarakat kecil, saat sekarang. Masa seka...

Antara Prestise Dan melestarikan Kearifan Lokal

Dalam menghadapi era globalisasi dapat menimbulkan perubahan pola hidup masyarakat yang lebih modern.  Akibatnya, masyarakat cenderung untuk memilih kebudayaan baru yang dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal. Salah satu faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang adalah : kurangnya generasi penerus yang memiliki minat untuk belajar dan mewarisi kebudayaanny sendiri.  Kebudayaan lokal NTT adalah : tambang emas dunia kepariwisataan karena hal tersebut sudah terbukti dibeberapa daerah lainnya yang sukses membangun kepariwisataannya dengan suguhan utama adalah kebudayaan lokal yang dimiliki masyarakat.  Salah satunya adalah tradisi atau budaya menenun atau "Tenun". Tentunya menenun sangat berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari bagi kaum perempuan atau mama-mama di daratan Timor pada umumnya. Ini merupakan salah satu kearifan lokal NTT yang patut dijaga dan atau di kembangkan oleh generasi muda. Agar kemudian budaya ini tidak ditelan ol...

Antara Ada dan Tiada

 Antara Ada dan Tiada Hidup ini adalah sebuah misteri yang tak bisa terpecahkan. Hidup bagaikan sandiwara, yang mengandung makna dan arti dibaliknya, baik suka maupun duka. Namun seperti apa kita memerankannya, rupanya sudah tertulis jelas dalam sebuah skenario kehidupan, tergantung diri kita sendiri yang merasakan dan menjalaninya. Sepertinya hati merasakan saat ini, rasa cinta yang berujung rindu yang tak berkesudahan. Rasa benci Ataupun perasaan lainnya, yang sebenarnya belum sanggup untuk melepaskan atau merelakan Nya, Namun sepertinya kita tidak menyadari akan skenario cerita kehidupan ini.  Hari-hari sebelumnya mungkin kita menjalani hidup dengan canda tawa, dalam keadaan susah maupun senang, dalam kondisi suka maupun duka, Namun rasanya hati tak Sudi bila merefresh atau mengingat kembali semua kenyataan ini. Hari yang sakit, "Jumat" yang sangat menyayat hati. Bagaikan Petir di siang bolong. Bagaimana tidak, Kemarin rupanya masih ada, Namun sekarang tiada telah ber...