Langsung ke konten utama

Tentang Rindu Dan Air Mata


Tentang Rindu Dan Air Mata

Ada sebuah alasan mengapa sungguh sangat menyakitkan jika berpisah dengan seseorang yang sangat kita sayangi. Mengapa rindu dan air mata tak bisa dipisahkan, Karna Jiwa kita saling terhubung. Rindu yang sebenarnya adalah bagian dari mencintai, dan tak bisa terpisahkan dengan air mata.


Kenangan tentangmu Seperti rumah bagi kami. Setiap kali pikiran ini mengembara kami selalu ingin bertemu dan berjumpa walau hanya dalam mimpi.


Dan kami tak bisa mengerti, karena yang paling menyakitkan adalah merindukan dikau yang telah berpulang ke pangkuan Illahi.


Ketika rindu ini tiba, diri ini tak mampu membendung air mata yang hendak mengalir deras ke pipi tanpa diundang dan tidak mau berhenti. Rindu selalu ingin buat menangis. dan kita memang tak bisa menepisnya.


Menahan rindu sangatlah perih. Sehingga, ketika rasa rindu ini tiba, rindu ini selalu membantah didalam hati, dan disaat itu juga diri ini tak mampu membendung air mata yang kian berambai-ambai.



Penulis/Editor : Dius Tefa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengarlah Wahai Penguasa

  "TERLALU PAHIT UNTUK DILUPAKAN, TERLALU SEDIH DIKENANGKAN". Ya ungkapan ini pantas disematkan untuk para diktator maupun otoriter saat ini. Sesungguhnya Ini kurang pantas untuk diucap, dan amatlah sakit  ditelinga, kala di dengar. Namun ini merupakan julukan yang di pantas kepada mereka. Bagaimana tidak, Sebelum menuju singgasana dan kursi empuk, mereka selalu menghalalkan segala cara untuk untuk memuluskan jalan mencapai tujuan yang mereka angankan. Ya, masyarakat kecil dimadu, dengan retorika licik yang penuh dengan tipu muslihat, berkoar-koar untuk menumpaskan para diktator, yang tidak pro rakyat, berjanji akan menumpaskan para tikus berdasi, tetapi realitanya sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi saat ini. Setelah mendapatkan tujuan, mereka seolah-olah menjadi orang bisu dan tuli. Bisu seakan-akan mereka tidak pernah mengucapkan janji manisnya, dan seolah menjadi orang tuli yang tidak pernah mendengar aspirasi dari masyarakat kecil, saat sekarang. Masa seka...

Antara Prestise Dan melestarikan Kearifan Lokal

Dalam menghadapi era globalisasi dapat menimbulkan perubahan pola hidup masyarakat yang lebih modern.  Akibatnya, masyarakat cenderung untuk memilih kebudayaan baru yang dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal. Salah satu faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang adalah : kurangnya generasi penerus yang memiliki minat untuk belajar dan mewarisi kebudayaanny sendiri.  Kebudayaan lokal NTT adalah : tambang emas dunia kepariwisataan karena hal tersebut sudah terbukti dibeberapa daerah lainnya yang sukses membangun kepariwisataannya dengan suguhan utama adalah kebudayaan lokal yang dimiliki masyarakat.  Salah satunya adalah tradisi atau budaya menenun atau "Tenun". Tentunya menenun sangat berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari bagi kaum perempuan atau mama-mama di daratan Timor pada umumnya. Ini merupakan salah satu kearifan lokal NTT yang patut dijaga dan atau di kembangkan oleh generasi muda. Agar kemudian budaya ini tidak ditelan ol...

Antara Ada dan Tiada

 Antara Ada dan Tiada Hidup ini adalah sebuah misteri yang tak bisa terpecahkan. Hidup bagaikan sandiwara, yang mengandung makna dan arti dibaliknya, baik suka maupun duka. Namun seperti apa kita memerankannya, rupanya sudah tertulis jelas dalam sebuah skenario kehidupan, tergantung diri kita sendiri yang merasakan dan menjalaninya. Sepertinya hati merasakan saat ini, rasa cinta yang berujung rindu yang tak berkesudahan. Rasa benci Ataupun perasaan lainnya, yang sebenarnya belum sanggup untuk melepaskan atau merelakan Nya, Namun sepertinya kita tidak menyadari akan skenario cerita kehidupan ini.  Hari-hari sebelumnya mungkin kita menjalani hidup dengan canda tawa, dalam keadaan susah maupun senang, dalam kondisi suka maupun duka, Namun rasanya hati tak Sudi bila merefresh atau mengingat kembali semua kenyataan ini. Hari yang sakit, "Jumat" yang sangat menyayat hati. Bagaikan Petir di siang bolong. Bagaimana tidak, Kemarin rupanya masih ada, Namun sekarang tiada telah ber...