Senja Kelabu
Disudut Kota aku termenung
Bagaimana nasib jantung hatiku
Deru debu kian menjajah
Sampah dan limbah makin diagungkan
Bagaimana nasib jantung hatiku
Tandus dan merana kian menerpa
Kering, gersang tak berkehidupan
Lenyap Cinta dibawa pergi
Oleh sang Surya pada zaman
Bagaimana nasib jantung hatiku
Penantian akan janji tak pernah henti
Rindu yang tak berujung
Penantian yang tak pernah sampai,
Jantung hatiku bersedih,
Jantung hatiku merana,
Jantung hatiku terluka,
Jantung hatiku berduka,
Kala ku merenung di senja Kelabu,
Akan janji manisnya para penguasa
Penulis : Ita Asa, Editor : Dius Tefa
Komentar
Posting Komentar